PALANGKA RAYA – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Tommy Irawan Diran, menilai keberadaan TV interaktif di sekolah-sekolah di Kalteng merupakan langkah positif untuk mendukung kemajuan pendidikan, namun ia menegaskan pentingnya pengelolaan yang sesuai prosedur dan pengawasan yang ketat.
“Ya, yang pasti untuk kemajuan pendidikan sangat bagus. Bagus sekali, dalam arti di sini kembali lagi, prosedur-prosedurnya harus dilewati dengan betul,” ujar Tommy, Kamis 4 September 2025. Dia mengingatkan agar program ini tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari, khususnya terkait ketersediaan dan kestabilan pasokan listrik di wilayah Kalteng yang masih terhubung dengan sistem kelistrikan Kalimantan Selatan.
“Contoh seperti listrik ya, ini kan di Kalimantan Tengah masih bergabung dengan Kalsel. Jadi salah satu aliran listrik ini juga kadang naik turun. Nah itu yang menjadi permasalahan yang harus diantisipasi. Jangan sampai naik turun, nanti elektronik itu pasti akan cepat rusak,” tegasnya.
Terkait mekanisme pengawasan distribusi TV interaktif tersebut, Tommy mengungkapkan bahwa pihaknya telah meminta laporan kepada Dinas Pendidikan Kalteng melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP). “Kemarin kita tanyakan juga pada saat RDP dengan Dinas Pendidikan. Melalui website Pena, semua laporan dari kepala dinas sudah terkontribusi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan DPRD juga akan melakukan pengawasan langsung secara bertahap dengan meninjau sekolah-sekolah yang telah menerima TV interaktif, termasuk tingkat SMA dan SMP. “Intinya kita juga nanti mungkin ada tahapannya untuk melihat langsung ke sekolah-sekolah yang sudah diserahkan untuk TV interaktif,” pungkasnya.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post